Suka Minum Kopi Kerinci _ Sudah Tahu Sejarah Kopi Kerinci _ Berikut Ulasannya !!

Suka Minum Kopi Kerinci _ Sudah Tahu Sejarah Kopi Kerinci _ Berikut Ulasannya !!

Kita mungkin sudah mengenal tentang kopi kerinci. Bahkan ada beberapa yang menyukai jenis kopi ini. Tapi adakah yang tahu mengenai sejarah kopi Kerinci ? Jika belum, maka ada baiknya kita simak ulasan berikut.

Dari namanya saja, kita sudah tahu bahwa kopi kerinci berasal dari kerinci. Namun tak banyak yang tahu mengenai kerinci itu sendiri. Baik itu mengenai asal usul namanya, lokasi geografisnya hingga mengenai kopi kerinci yang terkenal itu.

Sejarah Nama Kerinci

Sejarah kopi Kerinci terlepas dari nama lokasi tempat kopi tersebut ditanam, yaitu Kerinci. Kerinci sendiri berasal dari bahasa Tamil, yaitu kurunji, yang berarti bunga yang tumbuh di daerah pegunungan India selatan.

Pada awalnya, Kerinci adalah nama sebuah danau, namun kemudian nama tersebut meluas hingga ke seluruh pemukiman di sekitar danau tersebut. Nama Kerinci juga dinobatkan sebagai sebuah kabupaten, sejak awal berdirinya Provinsi Jambi.

Kerinci dalam bahasa setempat juga sering disebut Kinci, Kince, ataupun Kincai. Sedangkan penduduknya sering disebut dengan orang/suku kerinci ataupun koyo. Pada umumnya suku Kerinci mendiami dataran tinggi Kerinci ( Kerinci Highland ).

Dataran Tinggi Kerinci Hingga Komoditas Utamanya

Penduduk Kerinci umumnya bertempat tinggal di wilayah bentang alam dengan kawasan perbukitan yang berlapis-lapis, yang mengelilingi gunung Kerinci. Ketinggian Gunung Kerinci sendiri kurang lebih 3.805 meter.

Karena letak geografis itu jugalah yang menjadikan wilayah tanah sekitar dataran tinggi Kerinci tersebut sangat subur dan cocok untuk dijadikan pembibitan hingga penanaman berbagai macam sayuran, teh serta kopi. Ketiganya menjadi komoditas utama Kerinci.

Untuk perkebunan teh sendiri, sedikitnya ada satu perkebunan teh terbesar dan terluas di Indonesia, bahkan menjadi no 2 di dunia, yaitu perkebunan teh kayu Aro. Sedangkan untuk perkebunan kopi yang sedang digalakan di Kerinci adalah kopi jenis Arabika dan Robusta.

Sejarah Kopi Kerinci Dan Perkembangannya

Perkembangan kopi Kerinci tidak bisa terlepas dari para petani kopi di sekitar Kerinci yang terus berinovasi dengan beberapa koperasi kopi setempat dalam memajukan perkebunan kopi Kerinci dengan cita rasa yang khas wilayah Kerinci.

1. Kopi Arabica

Kopi Kerinci jenis Arabica pada umumnya tumbuh di kawasan yang bernama Kayu Aro. Tepatnya di bawah kaki gunung Kerinci. Kondisi tanah dengan ketinggian antara 1300 – 1600 mdpl memang sangat cocok untuk penanaman jenis kopi ini.

Kopi Arabika sendiri berasal dari kebun kopi yang berada dibawah kaki gunung Kerinci yang terletak tak jauh dari taman nasional Kerinci Sibelat. Untuk sampai kesana, diperlukan waktu sekitar 7 jam perjalanan dari ibu kota provinsi Sumatera Barat, yaitu Padang.

Kopi Arabica ini pertama kali ditanam sekitar tahun 2013 lalu. Namun seiring dengan berkembangnya kopi Kerinci, yang sempat dinobatkan menjadi kopi Specialty Indonesia terbaik tahun 2017 lalu, menjadikan kopi Arabika dan Robusta mempunyai daya jual tinggi.

2. Kopi Robusta

Berbeda dengan kopi Arabika, kopi Robusta hanya cocok ditanam didaerah yang lebih rendah dari lokasi penanaman Kopi Arabika. Kopi Robusta Kerinci kebanyakan ditanam di daerah Siulak, di bawah Kayu Aro.

Dengan didirikannya koperasi Alko di Kerinci, turut memberikan peran dalam perkembangan kopi Robusta dan kopi Arabica yang berasal dari Kerinci. Koperasi yang berdiri pada tahun 2013 ini kini mempunyai sekitar 400 anggota, dengan kebun kopi seluas 291 hektar kopi di 17 desa.

3. Karakteristik Kopi Kerinci

Kopi kerinci umumnya memiliki rasa fruity, dibuktikan dengan adanya rasa asam seperti lemon, aftertaste yang manis, yang berarti rasa manis yang ditinggalkan bertahan didalam mulut, juga disertai aroma rempah-rempah yang disertai aroma coklat, dan body yang sedikit tebal.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh QGrander, karakter kopi Kerinci merupakan gabungan dari 5 varietas kopi terbaik yang ada di Sumatera. Varietas tersebut diantaranya sigarar utang, gayo, andung sari, sidikalang dan P88.

Metode yang digunakan untuk kopi Arabika Kerinci ini adalah dengan 2 metode, yaitu dengan metode honey serta menggunakan dry process. Kopi Kerinci Arabica sangat nikmat jika disajikan sebagai single origin coffee maupun sebagai coffee blend.

Itu adalah beberapa ulasan singkat mengenai sejarah kopi Kerinci. Dari ulasan tersebut setidaknya bisa menambah pengetahuan mengenai sejarah serta karakteristik kopi Kerinci yang terkenal sebagai kopi Specialty Indonesia terbaik 2017.

 

Baca Juga :  Perincian Modal Bisnis Kopi Susu Kekinian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *